Friday, August 29, 2008

Th3 ThirD WinnEr

Hi,,, miss u guys! I just back from Yogyakarta and I'm really happy now. Our presentation about "How to increase the Quality of nationalism using the media of Film" got the third position. The first winner was from IPB, and the runner up was from ISI.

There are so many experience I've got form the competition. I also have some photos to share. I will give them in the next post. Oh, I'm really happy!!!! :)

This is a little summary of our scientific writing:

RINGKASAN

Rasa nasionalisme masyarakat Indonesia saat ini mengalami ambiguitas, yang pada akhirnya terjadi degradasi nasionalisme. Barbagai fakta bisa dijumpai dari rapuhnya nasionalisme masyarakat Indonesia, di antaranya terjadi konflik dan gerakan separatisme di beberapa daerah. Fakta lain yakni kinerja pemerintah dalam mendukung untuk mengembalikan nasionalisme yang tidak profesional.

Nasionalisme merupakan sebuah aliran yang dimiliki oleh bangsa dalam upaya menjaga keabadian identitas bangsa negara untuk mencapai tujuan bersama-sama. Masyarakat masa lalu (zaman kemerdekaan) menggunakan nasionalisme untuk mencapai “proyak bersama”; yaitu menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan merebut kemerdekaan dari kolonial.

Konsep nasionalisme masa lalu inilah yang tidak lagi ditemui saat ini. Karena selain perbedaan atas tujuan nasionalisme itu sendiri, menyatakan bahwa nasionalisme dulu berbeda dengan nasionalisme sekarang, juga terjadi karena momen yang berbeda.

Masyarakat Indonesia seakan terlena dengan pemikiran-pemikiran serta budaya Barat. Beberapa pemikiran dari tokoh Barat justru menggoyahkan nasionalisme masyarakat Indonesia. Selain itu, pengaruh lain datang dari dunia hiburan yang berkembang; kenayataannya film yang berkembang di Indonesia didominasi film-film dari Barat. Film Barat secara tidak langsung mentransfer budaya mereka melaui tokoh-tokoh film, budaya itu sendiri, pemikiran, yang justru akan menghilangkan identitas bangsa Timur.

Melihat fenomena itu, agaknya masyarakat Indonesia membutuhkan sebuah media yang menampilkan teladan atau pemikiran yang nantinya mampu mengembalikan nasionalisme. Untuk mengembalikan nasionalisme, salah satu media seni yang efektif untuk mengembalikan nasionalisme adalah film; tentunya film-film nasional yang mengandung nilai-nilai moral tentang nasionalisme. Karena pada dasarnya, film adalah cerminan masyarakat.

Salah satu film yang mampu menyedot perhatian masyarakat pada tahun 2007 adalah Nagabonar Jadi 2. Film yang sarat akan nilai-nilai moral, religi, kekeluargaan dan bahkan nasionalisme yang dikemas dalam sajian yang ringan, sehingga mampu diterima masyarakat tanpa mengurangi makna yang terkandung di dalamnya.

Eksistensi film di Indonesia merupakan hiburan yang mudah untuk dinikmati oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan masyarakat membutuhkan hiburan dan media untuk menjangkaunya (bioskop, televisi) tersedia. Masyarakat yang paling besar dalam menikmati film adalah masyarakat khususnya dari kalangan mudah.

Walaupun dunia perfilman di Indonesia mengalami kondisi yang fluktuatif, namun ada sebuah momen di mana film tetap menjadi media seni yang menghibur, yang mampu memberikan sajian audio-visual, dan mudah diterima. Hal yang paling penting dari film dalam mengembalikan rasa nasionalisme masyarakat adalah nilai-nilai moral yang ada di dalamnya.

Film Nagabonar Jadi 2 merupakan cerita tentang seorang Nagabonar sebagai pencopet yang mendapatkan kesempatan menjadi seorang Jenderal di pasukan kemerdekaan Indonesia saat pasukan pendudukan Jepang mundur pada tahun 1945 dan Belanda berusaha kembali menguasai daerah yang ditinggalkan tersebut. Film yang menyedot perhatian masyarakat Indonesia ini mempunyai spesialisasi yang khas, yakni penyajian yang sederhana dan mudah diterima serta menghibur. Dengan spesialisasi ini, film Nagabonar Jadi 2 menjadi suatu media seni (film) yang efektif untuk menyampaikan pesan-pesan moral, khususnya tentang rasa nasionalisme.

Jika melihat film Nagabonar Jadi 2, terdapat nalai moral dari awal hingga akhir: nilai nasionalisme, kekeluargaan, sosiokultural, serta religi. Salah satu petikan adegan film Nagabonar Jadi 2 yang menunjukkan betapa film ini menceritakan nasionalisme adalah ketika Nagabonar hormat di depan patung Prokalmator dan Jendral Soedirman, betapa dia menunjukkan rasa hormatnya kepada pahlawan (walaupun hanya sekadar patungnya).

Melihat betapa esensi dari film mampu memberikan pengaruh yang besar melalui pesan moral di dalamnya, seyogyanya para sineas beserta pemerintah mampu memberikan kebijakan tentang film-film yang beredar di Indonesia. Hal ini merupakan “pekerjaan rumah” bagi para sineas bagaimana menggabungkan tema nasionalisme (tema yang tergolong berat) dengan sajian yang menghibur dan mudah untuk diterima.

Dengan adanya media seni perfilman yang diproduksi oleh sineas dalam negeri yang membawa pesan moral tentang nasionalisme, bangsa Indonesia akan mengetahui sosok yang memberikan inspirasi untuk tetap menjaga keabadian identitas bangsa.


4 comments:

artofreed said...

Congratulation .... Sekamat ya.... sukses selalu untukmu>

Herveen said...

Wah..selamet ya.
Keep the good job ^_^

bayu said...

hai slam knal
happy ramadhan

shzainzy said...

Hey Guys!

Please do add my other blogs youre already there.

http://shzainzy.blogspot.com
http://shzainzy2.blogspot.com
http://shzainzy3.blogspot.com
http://shzainzy4.blogspot.com
http://shzainzy5.blogspot.com

ThaNKs a lot!
you can check it out if you want.

GooGle ReSulT